Beberapa hari yang lalu, saat diriku sedang berada di sebuah pasar. Tingkah laku seorang anak kecil dan ibunya menarik perhatianku. Anak perempuan berjilbab mungil dan berusia kira kira 5 tahun itu melobi ibundanya untuk membelikan sekantong makanan ( pisang goreng dll ) yang dijual di pinggir jalan. Awalnya Ibunda menolak permintaan anaknya. “ Kan dedek udah makan tadi di rumah “. “ Ayo dunk bunda, ini bukan untuk dedek “ Sang gadis mungil memberi isyarat pada sang bunda. “ Baiklah “. Akhirnya bunda mengabulkan keinginan sang anak Sampai disini, diriku belum paham, mengapa sang bunda mengabulkan keinginan anaknya begitu saja?.
Jawaban baru kuperoleh ketika sekantung pisang hangat itu beralih dari tangan mungil si anak, ke seorang kakek tua yang mengemis tak jauh dari tempatku berdiri.
“ kek, dimakan ya, ini dari mama dan dedek “ ucapnya tulus sembari mencium tangan bau si kakek. Pisang hangat itu pun diterima dengan senang hati oleh si kakek.
Subhanallah, anak kecil yang aku pikir belum mengerti artinya empati, ternyata memiliki semangat berbagi yang cukup tinggi. Dan kupikir sang bunda juga memberi peranan penting dalam membentuk karakter sang anak, ini terlihat dari kecerdasan sang bunda menangkap maksud dan tujuan si anak walopun sekedar kerlingan mata.
Hum…. Indah ya !!!
Betul sekali….
Tiada pemberian yang paling indah, kecuali yang dilakukan setulus hati.