Posted by: aishcha | Februari 14, 2008

Bik Mis Part 2

Masih ingat cerita bik mis? mustahik Palembang, yang terpaksa menjual anak ke limanya karena tidak punya biaya melahirkan. Masih ingat kan?. Kalo begitu mari kita lanjutkan lagi ceritanya.

Alhamdulillah saat ini bik mis sudah menjadi mustahik member RZI cabang Palembang. 2 orang dari ke 4 anaknya telah mendapat santunan KSAB SD. Dengan bantuan program tersebut, bik mis sekarang bisa berkonsentrasi penuh mencari nafkah untuk ke 4 anaknya, tanpa takut anak2nya tidak bisa melanjutkan sekolah seperti beberapa waktu silam.

Bik Mis sekarang bisa membayar uang kursus anaknya per bulan ( 10.000/anak/bulan), bisa menyuruh anak-anaknya belajar baca Al Quran di TPA, dan bisa sedikit menabung. Terakhir ane kunjungan ke rumah beliau, bulan lalu. Ane melihat bebek2 peliharaannya bertambah banyak. Walaupun belum layak disebut peternakan. Bahkan ane hampir saja dibekali sepasang bebek mungil jantan dan betina ” Untuk mbak fika, biar bisa beternak juga dirumah ” Katanya. Ane mau saja menerimanya, namun karena amil tidak diperbolehkan menerima bingkisan dari mustahik makanya ane menolak pemberian bik mis. Lagipula kalo mau ditebus, ane sedang tak ada uang kala itu. selain itu ane juga bingung, bagaimana caranya membawa binatang kuning dan mungil itu selama perjalanan. Toh ane masih harus mengunjungi beberapa rumah mustahik, merepotkan jika harus membawa-bawa bebek di perjalanan. Alasan2 itu lah yang menyebabkan ane menunda keinginan untuk menerima pemberian bik mis.

Entah mengapa, ane betah sekali kalo berkunjung ke rumah bik mis, walopun rumahnya jauh dari yang dinamakan indah. biarpun yang disuguhkannya tidak pernah berubah, hanya secangkir air putih, kalo nasib sedang baik, teh hangat yang datang ^^. Atau ketika sedang jam makan siang, beliau menawarkan untuk ikut makan bersama, walupun kutolak karena tak mungkin makan disana. ( btw lauknya cuma 1 macam, kalo ga kangkung pedas, ya sayur sawi. jarang sekali kulihat ada ikan goreng ataupun dadar telur disana… hehehe kan surveinya cuma 1 kali sebulan, wajar dunk ga keliatan ).

Bik mis juga merupakan mustahik yang rajin ibadah, walopun orangnya polos sekali. Beliau tidak pernah lupa mendoakan bila donasinya diberikan ( walaupun kadang2 caranya hampir menyerupai bid’ah, coz pernah waktu mengantarkan zakat fitrah. Bik mis mendoakan kami sembari membolak balikan berasnya di atas baskom, dan ketika kami tanya kenapa berbuat begitu beliau menjawab ” biar Afdhol mbak fika “. hehehe ^^. Atau ketika beliau ingin belajar sholat dhuha. Bik mis semangat sekali bertanya ” apa betul mbak fika? kalo orang yang rajin sholat dhuha akan jadi kaya raya? wah kalo begitu saya mau sholat dhuha juga mbak” Ujarnya yang hanya kusambut dengan senyuman. Duh bik mis ada ada aja.

Ah..sayang sekali program LBG baru ada di Palembang sekarang ini, coba dari dulu ya. Bisa jadi anak bik Mis masih bisa berada bersamanya. Semoga dengan adanya program LBG ini, banyak bik mis bik mis yang lain, yang dapat diselamatkan. Amin

Nah buat temen2 yang mau ikut ambil bagian dalam program LBG, silahkan kunjungi cabang Rumah Zakat Terdekat di kota anda

Leave a response

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Kategori